Senin, 14 September 2009

Puisi Wiji Thukul

Halo semuanya.
Jaman Orde Baru terkenal dengan banyaknya orang-orang yang hilang secara misterius. Salah satu dari orang hilang itu adalah Wiji Thukul. Mengapa dia "dihilangkan" ? Banyak orang mengatakan karena puisi-puisinya yang "keras". Di bawah ini ada tiga puisi Wiji Thukul : "Sajak Suara", "Peringatan" dan "Bunga dan Tembok". Silakan menikmati.
 
Salam,
PDS
 

Sajak Suara

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu : pemberontakkan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang merayakan hartamu
ia ingin bicara
mengapa kaukokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ia yang mengajari aku untuk bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan


Peringatan

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Berangkali mereka putus asa

Kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya da satu kata: lawan!


Bunga dan Tembok

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kauhendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun
rumah dan merampas tanah

seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak
kauhendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga yang
dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu
telah kami sebar biji-biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan : engkau harus hancur

dalam keyakinan kami
di mana pun-tirani harus tumbang!

Solo 87-88

KEJUJURAN MEMBAWA BERKAT

KEJUJURAN MEMBAWA BERKAT

David kuliah di fakultas
perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya,
terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya
dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini
rumah tidak mengirimi uang ke David lagi.
Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja.
David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon
umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping
uang logam itu, ke dalam telepon.

"Halo, apa kabar?" telpon telah tersambung, ibu David
yang berada ribuan km jauhnya berbicara.
David dengan nada agak terisak berkata:
"Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung
karena kelaparan."
Ibu David berkata:
"Anakku tersayang, mama tahu."
"Sudah tahu, kenapa masih tidak mengirim uang?"
David baru saja hendak melontarkan dengan penuh
kekesalan pertanyaan tersebut kepada sang ibu,
mendadak merasakan perkataan ibunya mengandung
sebuah kesedihan yang mendalam. Firasat David
mengatakan ada yang tidak beres, ia cepat-cepat
bertanya,
"Mama, apa yang telah terjadi di rumah?"

Ibu David berkata,
"Anakku, papamu terkena penyakit berat, sudah lima
bulan ini, tidak saja telah meludeskan seluruh tabungan,
bahkan karena sakit telah kehilangan tempat kerjanya,
sumber penghasilan satu-satunya di rumah telah terputus.
Oleh karena itu, sudah 2 bulan ini tidak mengirimimu uang
lagi, Mama sebenarnya tidak ingin mengatakannya
kepadamu, tetapi kamu sudah dewasa, sudah saatnya
mencari nafkah sendiri."

Ibu David berbicara sampai disitu, tiba-tiba menangis
tersedu sedan. Di ujung telepon lainnya, air mata David
juga "tes", "tes" tak hentinya menetes, dan ia berpikir
Kelihatannya saya harus drop out dan pulang kampung. David berkata kepada
ibunya,
"Mama, jangan bersedih, saya sekarang juga akan mencari
pekerjaan, pasti akan menghidupi kalian."

Kenyataan yang pahit telah membuat David terpukul
hingga pusing tujuh keliling. Masih 1 bulan lagi,
semester kali ini akan selesai, jikalau memiliki uang,
barang 8 atau 10 dollar saja, maka David mampu bertahan
hingga liburan tiba, kemudian menggunakan 2 bulan masa
liburan untuk bekerja menghasilkan uang. Akan tetapi
sekarang 1 sen pun tak punya, mau tak mau harus drop
out.

Pada detik ketika David mengatakan "Sampai jumpa"
kepada ibunya dan meletakkan gagang telpon itu,
sungguh luar biasa menyakitkan, karena prestasi kuliahnya
sangat bagus, selain itu ia juga menyukai kehidupan di
kampus fakultas perdagangan Arlington tersebut.
Sesudah meletakkan gagang telpon, pesawat telpon umum
tersebut mengeluarkan bunyi gaduh, David dengan
terkejut dan terbelalak menyaksikan banyak keping dollar
menggerojok keluar dari alat itu.

David berjingkrak kegirangan, segera menjulurkan
tangannya menerima uang-uang tersebut.
Sekarang, terhadap uang-uang itu, bagaimana
menyikapinya? Hati David masih merasa sangsi,
diambil untuk diri sendiri, 100% boleh,
pertama: karena tidak ada yang tahu,
ke dua: dirinya sendiri betul-betul sedang membutuhkan.
Namun setelah bolak-balik dipertimbangkan, David merasa
tidak patut memilikinya. Setelah melalui sebuah
pertarungan konflik batin yang hebat, David memasukkan
salah satu keping dolar itu ke dalam telepon dan menghubungi bagian
pelayanan umum perusahaan
telepon.

Mendengar penuturan David, nona petugas pelayanan
umum berkata, "Uang itu milik perusahaan telepon,
maka itu harus segera dikembalikan (ke dalam mesin
telepon)."

Setelah menutup telepon, David hendak memasukkan
kembali keping logam uang itu, tetapi sekali demi sekali
uang dimasukkan, pesawat otomat itu terus menerus
memuntahkannya kembali. Sekali lagi David menelepon,
dan petugas pelayanan umum yang berkata,
"Saya juga tak tahu harus bagaimana, sebaiknya saya
sekarang minta petunjuk atasan."
Nada bicara David yang sendirian dan tiada yang menolong
memancarkan getaran kesepian dan kuyu, nona petugas
pelayanan umum sangat dapat merasakannya,
menilik perkataan dari ujung telepon dia merasakan
seorang asing yang bermoral baik sedang perlu dibantu.

Tak lama kemudian, nona petugas pelayanan umum
menelepon ulang pesawat otomat yang sedang bermasalah
itu. Dia berkata kepada David,
"Saya telah memperoleh ijin dari atasan yang berkata
uang tersebut untuk anda, karena perusahaan kami saat
ini tidak mempunyai cukup tenaga, tak ingin demi
beberapa dollar khusus mengirim petugas ke sana."

"Hore!", David meloncat saking gembiranya.
Sekarang, uang logam itu secara sah menjadi miliknya.
David membungkukkan badannya dan dengan seksama
nenghitungnya, total berjumlah 9 dollar 50 sen.
Uang sejumlah ini cukup buat David bertahan hingga
bekerja memperoleh upah pertamanya pada saat liburan
nanti. Dalam perjalanan ke kampus, David tersenyum
terus sepanjang jalan. Iamemutuskan membeli makanan
dengan menggunakan uang itu lantas mencari pekerjaan.

Dalam sekejap liburan telah tiba, David telah memperoleh
pekerjaan sebagai pengelola gudang supermarket.
Pada hari tersebut, David menjumpai boss perusahaan
supermarket, menceritakan kepadanya tentang kejadian di
telepon umum dan keinginannya untuk mencari pekerjaan.
Si boss supermarket memberitahu David boleh datang
bekerja setiap saat, tidak hanya pada liburan saja,
sewaktu kuliah dan tidak terlalu sibuk juga boleh
bergabung, karena boss supermarket merasa David adalah
orang yang tulus dan jujur, terutama adalah orang yang
seksama, membenahi gudang mutlak bisa dipercaya.
David bekerja dengan sangat giat, boss sangat
mengapresiasinya dan juga merasa kasihan.
Si boss memberinya upah dobel.

Sesudah menerima gaji, David mengirimkan keseluruhan
gajinya kepada sang ibu, karena pada saat itu David sudah
mendapatkan info bahwa ia berhasil memperoleh bea
siswa untuk satu semester berikutnya. Sesudah 1 bulan,
uang dikirim balik ke David. Sang ibu menulis di dalam
suratnya:
"Penyakit ayahmu sudah agak sembuh, saya juga telah
mendapatkan pekerjaan, bisa mempertahankan hidup.
Kamu harus belajar dengan baik, jangan sampai
kelaparan."
Sesudah membaca surat itu, David menangis lagi.
David tahu, meski orang tuanya menahan lapar, juga tidak
bakal meminta uang kepada David yang sedang perlu
dibantu. Setiap kali memikirkan hal ini, David berlinang
bersimbah air mata, sulit menenangkan gejolak hatinya.

Setahun kemudian, David dengan lancar menyelesaikan kuliahnya. Setelah
lulus, David membuka sebuah
perusahaan, tahun pertama, David sudah mengantongi
laba US $ 100.000. Ia senantiasa tak bisa melupakan
kejadian di telepon umum. Ia menulis surat kepada
perusahaan telepon tersebut:
"Hal yang tak bisa saya lupakan untuk selamanya ialah,
perusahaan anda secara tak terduga telah membantu dana
US $ 9,50 kepada saya. Perbuatan amal ini,
telah membuat saya batal menjadi pemuda drop out dan
menuju kondisi miskin, bersamaan itu juga telah memberi
saya energi tak terhingga, mendorong saya setiap saat
tidak melupakan untuk berjuang. Kini saya mempunyai
uang, saya ingin menyumbang balik sebanyak US $ 10.000
kepada perusahaan anda, sebagai rasa terima kasih saya."

Boss perusahaan telpon bernama Bill membalasnya dengan
surat yang dipenuhi antusiasme:
"Selamat atas kesuksesan kuliah anda dan usaha yang
telah berkembang. Kami kira, uang tersebut adalah uang
yang paling patut kami keluarkan. Ini bukannya merujuk
pada $9,50 yang dikembalikan dengan $10.000,
melainkan uang itu telah membuat seseorang memahami
sebuah petuah tentang prinsip tertinggi kehidupan."

So, di saat-saat paling sulit,
Pertama : Jangan melupakan harapan sudah ada di depan
mata.
Kedua: Jangan lupa menjaga moralitas.

Setelah 20 tahun telah berlalu, bagaimana dengan David?
Di kota Chicago, Amerika, terdapat sebuah gedung
mewah, yang tampak luarnya menyerupai sebuah bilik
telepon umum, itu adalah gedung perusahaan ADDC.
Pendiri perusahaan ADDC, Presiden Direkturnya ialah
David, selain itu juga David adalah salah satu penyumbang
terbesar untuk badan amal.

Sumber : Milis tetangga

Minggu, 13 September 2009

Pentingnya sebuah Rencana

Pentingnya sebuah rencana

Fail to plan is a plan to fail.
= wise man =

Banyak orang bekerja bagaikan air mengalir dan mengalir mengikuti keadaan
tidak pernah membuat strategi dan rencana sehingga kalaupun pekerjaan atau
usahanya itu mengalami pertumbuhan itu adalah semata-mata karena
keberuntungan belaka.
Satu pepatah kuno yang luar biasa mengingatkan kita bahwa rencana adalah
sesuatu yang sangat penting karena di dalam perencanaan itu ada banyak
perhitungan, pertimbangan, strategi, target hasil, target waktu, side plans
atau plan B – ketika rencana utama tidak berhasil, dan sebagainya.

Ambillah contoh : proses pembangunan sebuah rumah. Tidaklah mungkin orang
yang akan membangun sebuah rumah tidak duduk serius memikirkan gambar,
bentuk, biaya, dan sebagainya sebelum proses pembangunan itu dimulai. Apa
jadinya jika orang tersebut melupakan proses pra-pembangunan ini? Akankah
rumah itu berdiri sesuai dengan harapan dan seleranya? Tidak mungkin!
Seandainya rumah itu berdiri, pastilah tidak akan pernah mampu memuaskan
keinginan kita. Rencana harus
menjadi pra-proses kita dalam setiap kegiatan dan usaha kita karena hasil
yang maksimal hanya bisa terjadi dari sebuah perencanaan yang matang. Air
yang mengalir di mata air yang indah adalah sebuah berkah, namun hidup yang
hanya mengalir saja bukanlah hidup yang sesungguhnya. Hidup adalah
anugerah, dan setiap menitnya adalah kesempatan yang tak ternilai. Sudahkah
kita mengisi kesempatan-kesempatan itu dengan rencana yang indah bagi
keluarga, karir, bisnis, studi, dan sebagainya. Jangan sia-siakan
kesempatan di depan Anda hanya karena kita tidak belajar hidup terencana!.

Refleksi :
Katakan dalam hatimu kalimat-kalimat ini : Hari ini saya akan memulai
belajar hidup dengan rencana. Saya akan bekerja dengan rencana, dan saya
akan buktikan bahwa bekerja dengan perencanaan akan memberi hasil yang jauh
lebih dahsyat daripada bekerja tanpa rencana.

Aksi :
Tuliskan 3 rencana utama yang akan Anda raih minggu ini :
...............................................................................................................…………………….......................................
...............................................................................................................…………………….......................................
...............................................................................................................…………………….......................................

Kontemplasi :
Mintalah TUHAN memberkati rencana Anda, karena acapkali rencana kita
bukanlah rencana-Nya. Sekalipun demikian ingatlah bahwa rencana-Nya selalu
indah bagi hidup kita. Hal yang paling indah adalah ketika kita mengerti
kehendak-Nya sehingga rencana kita sesuai dengan rencana-Nya

(Dikutif dari buku Maximize Your 5 Minutes : Transform Your Life in 50 Days
oleh © Samuel Cahyadi, Abiyah Pratama Jakarta).

Kamis, 10 September 2009

Did I marry the right person ?

Sebuah Terjemahan Bebas dari "Did I marry the right person ?"

Cerita di bawah ini sangat bagus, buat yang masih single maupun yang udah
nikah. Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita
ini, dan buat yang udah nikah cerita ini bisa jadi guideline untuk
meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.

"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"

Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan
pertanyaan yang sangat lumrah, "Bagaimana saya tahu kalo saya menikah
dengan orang yang tepat ?".
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya jadi
saya menjawab "Ya, tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda ?"
Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"
"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini"

Inilah jawabanya ?
SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda
merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon dariya selalu
ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai
perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan
hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan.Nggak perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta.

Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta". Bayangkan
ekspresi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun
lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi ? Setelah
beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. Perubahan ini
merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi
pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya tidak selalu
diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis
tapi malah nambahin penat yang ada..

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu,
namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati
perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh
cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan
selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person ?" mulai
muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya. Nah
Lho!?

Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta
yang pernah terjadi, anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia
cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas ?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan
mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk
pelampiasan ini, menginkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya,
pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang
menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?! Bahwa jawaban atas dilema ini tidak ada di luar, justru
jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya tidak mengatakan kalo anda
tidak boleh ataupun tidak bisa selingkuh, Anda
bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh dan pada saat itu anda
akan merasa lebih baik, tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa
tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada
perkawinan anda).

Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA
ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta TIDAK
AKAN PERNAH begitu saja terjadi ? Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang
selamanya. Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.

Benar juga ungkapan "diperbudak cinta". Karena cinta itu BUTUH waktu,
usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK.
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan
dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini. Cinta
bukanlah MISTERI

Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa
pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet
yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat.
Beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah
tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab
akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah
kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH". Karena cinta dalam pernikahan
sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!

Cinta itu sama seperti orang yang menunggu bis. Sebuah bis datang, dan kamu
bilang, "Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, Aduh bisnya
kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak
melihatmu dan lewat begitu saja. Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis
itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, bisa
kepanasan aku". Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi. Waktu terus
berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika
bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke
dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah
menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju! Dan kau baru
sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Moral dari cerita ini :
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi
pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan
kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai
keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon',
tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di
depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa
berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan. Maka memberi kesempatan pada
yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada
kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup
ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong,
kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu,
kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu,
agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena
menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan
sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu ?
Have nice weekend ! :-)

Maukah engkau jadi orang merdeka ?

Maukah engkau jadi orang merdeka ?

Dalam kesempatan tirakatan semalam, Mas Panurata, sebagai ketua RT 01
RW 03 Kelurahan Rantai, melontarkan pertanyaan kepada beberapa orang
yang berkumpul di teras rumahnya. Pertanyaannya begini, " Saudara
Saudara, "Maukah engkau jadi orang merdeka? Sekali lagi, "Maukah Anda
semua jadi orang merdeka?" Pak Trimbil mulai angkat tangan, "Maaf Mas
Panu, pertanyaan Anda ini rasanya aneh dan ganjil!! Kenapa bertanya
begitu, padahal kita sudah merayakan ulang tahun kemerdekaan ke -64
untuk negara kita tercinta Republik Indonesia! Apa yang masih kurang,
kok masih bertanya seperti itu lagi. Apakah Mas Panu kurang pekerjaan
sebagai ketua RT, jadi mempertanyakan lagi kemauan kami ini untuk jadi
merdeka? Sudah merdeka ya sudah, kok masih dipersoalkan lagi!, Trembel
pun tak kalah menyahut, "Benar Mas Trimbil, ini Mas Panu jangan jangan
"kerasukan filsuf", jadi aneh-aneh!! Pertanyaan filosofis itu suka
"mengganggu kemapanan!!" Padahal kita ini sudah mapan, kok malah
diganggu!" Dari dalam rumah Panurata, Jerawati pun tidak mau kalah
melontarkan komentar, " Wah suamiku ternyata pinter bertanya kritis,
nakal, tapi "njelehi banget!!" Panurata langsung komentar, "Bu...ini
dunia laki-laki, Ibu tidak boleh ikut campur ya...please....!!"
Mendengar jawaban Panurata, suaminya, Jerawati pun tidak mau kalah,
"Begitulah Bapak bapak, suami saya pinter bertanya, tapi, isteri
berkomentar saja sudah reaktif banget, malah membuat wanita terjajah
tidak merdeka kan? Di rumah saja nggak ada kemerdekaan berpendapat, kok
mau memerdekan bangsa!!!"

Di sela sela saling beradu argumentasi, Pak Trembel, seperti biasanya
langsung bertanya, "Boleh kan saya minum, kopi buatan Diajeng
Jerawati?" Panurata tersenyum simpul, "Boleh boleh,...tumben memanggil
isteriku dengan nama lengkap!! Trembel pun langsung menyahut, "Jelas
dong, ini tanda pria yang menghargai wanita! Dibuatkan lalu terima
kasih dan memanggil dengan hormat!! Tidak lalu reaktif dan marah, kalau
dikomentari isteri! Trimbil pun ikut berkomentar, "Lho, dari praktek
tadi ternyata kita bisa menjawab sebenarnya, "Coba tanya pada Diajeng
Jerawati, mengapa Anda kok malah merasa terjajah dan tidak merdeka?"
Jerawati sambil melipatkan tangannya menyahut, "Tadi itu suami saya kok
tidak merasa nyaman ketika saya ikut komentar, dan tidak boleh terlibat
dalam pembicaraan ini..! Nah, kenapa wanita dianggap "tidak pantas"
ikut serta dalam pembicaraan para bapak!? Apakah saya jadi orang
merdeka untuk berpendapat, kalau sudah "dilarang'? Panurata tersipu
sipu malu, pertanyaan yang dilontarkan malah kena pada dirinya sendiri,
"Jeng, maaf ya...aku tadi sebenarnya tidak bermaksud
merendahkanmu...tapi ternyata kata kataku membuat teman temanku pun
merasa diriku belum membuat orang lain merdeka berpendapat, meskipun
aku sudah merasa jadi orang merdeka. " Trimbil dan Trembel pun
mengangguk angguk,Trimbil lalu berkomentar "Benar Mas Panurata, salut
dan bangga pada Anda! Anda mau mengakui salah, meski sebenarnya Anda
bisa membela diri! Kita ini menganggp diri merdeka justru kalau bisa
menang menangan sendiri dalam rapat, dalam pertemuan dst. Padahal orang
merdeka itu sebenarnya sanggup memberikan kesempatan kepada orang lain,
untuk merdeka dalam berpendapat juga..Itulah orang yang memiliki
kemerdekaan sejati!" Panurata pun mengangguk, "Benar Mas, ternyata,
kemerdekaanku hanya untuk kepentingan diriku sendiri, belum untuk
kepentingan orang lain, bahkan isteriku sendiri. Terima kasih teman
teman atas kritikan dan saran yang disampaikan di malam tirakatan ini."

Jam Dinding sudah menunjukkan pukul 01.30. Trimbil dan Trembel
berpamitan pulang karena esok mau ikut upacara bendera di alun alun
kota Mahardika! Mereka pun pamitan, "Mas Panu dan Diajeng, kami pamit,
sudah pagi, besok mau upacara 17an. Sugeng sare!" Panurata dan Jerawati
mengantar mereka sampai pintu gerbang. Panurata pun lalu memeluk
isterinya, "Maaf ya Jeng, tadi aku bersalah!" Jerawati pun memaafkan
suami tercintanya, "Iya Mas, sama sama! Tapi tetap merdeka, kan?"
Panurata pun tersenyum...

Merdeka! Merdeka ! Merdeka!
Blasius Slamet Lasmuandi, Pr.

HIDUP ADALAH PILIHAN

*HIDUP ADALAH PILIHAN*

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar
di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama
berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin
menjejakan akarku dalam-dalam di tanah ini,
dan menjulangkan tunas-tunasku di atas
kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan
semua tunasku untuk menyampaikan salam musim
semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari,
dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam, "Aku takut.
Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,
aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah
sana. Bukankah di sana sangat gelap?
Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas,
bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan
hilang? Tunasku itu pasti akan terkoyak. Apa yang
akan terjadi jika tunasku terbuka,
dan siput-siput mencoba untuk memakannya?
Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah,
semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku
dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku
menunggu sampai semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais
tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi,
dan mencaploknya segera.

Memang selalu aja ada pilihan dalam hidup.
Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita
jalani. Namun, seringkali kita berada dalam
sikap pesimis, kengerian, keraguan,
dan kebimbangan-kebimbangan yang kita
ciptakan sendiri.
Kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tak
mau melangkah, tak mau menatap hidup.
Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan
bijak.

Seekor semut

Seekor Semut

Dalam perjamuan makan malam, yang dihadiri oleh
seorang Guru Besar Spiritual dan beberapa umatnya.
Tiba-tiba seekor semut merayap ke atas meja, dan
langsung mengarah pada sebuah piring yang penuh berisi
bermacam-macam kue.
Seorang umat yang berada dekat dengan semut tersebut
secara alamiah, tampak langsung berinisiatif
mengangkap telapak tangannya untuk berbuat sesuatu
terhadap semut tersebut.
Sang Guru langsung berkata kepada umatnya, "Jangan
dibunuh, tapi pindahkan saja kebawah meja. Kita juga
harus menghindari perbuatan membunuh, walau terhadap
seekor semut kecil sekalipun."
Mendengar nasehat Gurunya, murid yang ingin menepak
semut tersebut, seketika berubah menjadi penuh welas
asih. Tampak sekali, sang murid sangat berhati-hati
berusaha memindahkan sang semut. Walaupun cukup lama
karena takut terjadi kesalahan yang membahayakan sang
semut, akhirnya dirinya berhasil juga memindahkan
semut tersebut kebawah meja.
Melihat kejadian yang demikian, para murid lainnya
merasa bangga akan perbuatan mulia dari Guru mereka
yang telah memberikan contoh yang luar biasa.
Terlebih-lebih murid yang memindahkan semut tersebut,
karena telah terselamatkan dari perbuatan yang buruk,
menjadi perbuatan yang Mulia.
Tampak diseberang meja, ada seorang anak kecil yang
sejak awal memperhatikan apa yang terjadi di meja sang
Guru dan murid-muridnya.
Tiba-tiba sang anak kecil dengan lugunya berkata
kepada Ibunya, "Ma, Guru ini kok pelit sekali. Semut
yang ingin memakan secuil kue saja engga dikasih.
Padahal kue mereka banyak sekali. Kasihan, semutnya
kelaparan, Ma...."
Mendengar komentar anaknya yang sangat tidak terduga,
muka sang ibu langsung sangat merah karena malu. Sang
ibu langsung berkata kepada anaknya, "Bukannya pelit,
tapi bila semut tersebut menyentuh makanan. Nanti
makanan itu akan menjadi kotor dan mengandung bibit
penyakit. Dan, mereka semua tentu akan menjadi
sakit.... Sudah, kamu habiskan makanan kamu sekarang.
Jangan lihatin orang lain."
Rupanya sang Guru dan muridnya mendengar juga apa yang
dikatakan oleh sang anak, dan apa yang dijelaskan sang
ibu.
Dalam hati dirinya mengakui, bahwa ketika dirinya
melarang umatnya untuk membunuh semut tersebut.
Dirinya memang merasa kasihan terhadap sang semut, dan
juga untuk mencegah umatnya melakukan perbuatan
membunuh. Dan, perkataan anak kecil tersebut ada
benarnya. Dirinya langsung terbayang bahwa betapa
susahnya perjuangan sang semut tersebut dalam mencari
makanannya. Sehingga semut tersebut berani mengambil
resiko dan  bersusah payah untuk naik keatas meja,
hanya untuk mendapatkan sisa-sisa makanan yang sangat
tidak berarti bagi manusia. Tetapi apa yang diperbuat
manusia, mereka kadang langsung membunuhnya. Walau
semut ini tidak jadi terbunuh oleh muridnya sekarang,
karena berhasil dicegahnya dan dipindahkan ketempat
lain. Tetapi pasti, semut tersebut akan naik kembali
ke meja orang lain, dan kemungkinan dibunuh besar
sekali. Sungguh betapa besar resiko dan susah
perjuangan semut tersebut, hanya demi sisa makanan
yang tidak berarti.
Seketika itu juga, dengan mendadak sang Guru berkata,
"Cepat ! cari kembali semut tersebut !". Serentak para
muridnya langsung  berjongkok dan mencari-cari dibawah
meja.
Melihat para muridnya, yang langsung menghilang
kebawah meja. Sang Guru langsung terbahak-bahak dan
berkata,"Ha..ha..ha..ha, anak kecil dan seekor semut
kecil ternyata dapat menjadi Guru yang terbaik."
Mendengar tertawaan dan perkataan Guru mereka yang
demikian, semua muridnya saling memandang satu dengan
lainnya, sambil kebingungan.
Tampak diseberang meja, terdengar lagi suara seorang
anak kecil yang tertawa sambil berkata, "ha..ha..ha.
Mama lucu deh. Semuanya lagi pada sembunyi dibawah
meja, kaya si Benji."