Rabu, 01 April 2009

Sama artinya dengan berjinah

Sama artinya dengan berjinah.

Seorang da'i kondang menikah lagi. Istri mudanya cantik dan seksi lagi.
Kepada publik penggemarnya, ia mencari pembenaran, ini dan itu, bahkan
membawa-bawa hikayat seorang nabi umat manusia yang sangat dihormati oleh
berbagai bangsa di dunia, yang memang berpoligami.

Suatu ketika, seorang sahabatnya menemuinya langsung, mempertanyakan mengapa
ia melakukan semua ini. "Kamu tahu sendiri kan ?", katanya memulai, "Dalam
posisiku seperti ini, godaan sangat besar bagiku", akunya jujur.
"Ya ... aku mengerti. Inilah resikonya jadi orang termasyur seperti kamu.
Tapi kamu memang berbakat. Kata sementara orang, kamu memang punya 'karma
kelahiran' untuk itu. Sebagai seorang sahabat sepenekunan, saranku adalah,
jangan seperti Narada yang ditugasi oleh Narayana mencarikan air-minum ke
bumi"

Dai itu mengangguk. Sebagai sahabat seperguruan, walau secara formal
'berbeda agama', ia kelihatan mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya
itu.

Rsi Narada adalah pemuja khusus Hyang Narayana, Tuhan Sendiri, yang bertugas
sebagai 'jubir'-Nya -baik bagi umat manusia maupun para dewa. Dia ditugaskan
Hyang Narayana turun ke bumi untuk mengambil air minum untuk pelepas dahaga.
Setibanya di bumi, ternyata ia lupa akan tugasnya mengapa ia turun ke dunia
ini. Karena merasa iba kepada seorang wanita muda yang kebetulan
cantik-jelita, ia malah mengawininya dan beranak-pinak. Ia lupa akan
tugasnya. Ia baru ingat untuk kembali kepada Narayana ketika semua yang
dicintainya di bumi dihanyutkan banjir bandang. Sekembalinya kepada
Narayana-pun ia tidak membawa apa yang disuruhkan oleh Narayana. Alih-alih
membawa air-minum untuk Junjungan-nya, ia malah pulang membawa linangan
air-mata. Demikianlah Dia menguji bhakta-Nya.

Seorang bhakta, seorang pemuja tulus Tuhan, sudah tidak lagi melihat apapun
sebagai untuknya, miliknya. Ia telah menyerahkan segalanya, hidup dan
matinya, kepada Junjungan-nya. Apapun yang ia lakukan di muka bumi ini,
tiada lain dari persembahan luhur kepada-Nya. Ia sadar kalau ia ada untuk
Dia. Bagi seorang bhakta sejati, melupakan tugas yang dititahkan-Nya karena
tergoda nafsu atau hasrat pribadi, berarti berjinah.

Bali, Hari Kuningan, Sabtu, 09 Desember 2006.
NGestOE RAHardjo
*****************************************************
Bila Anda merasa alam tidak ramah lagi kepada Anda,
apalagi merasa dimusuhi oleh alam,
pastikanlah kalau ada sesuatu yang benar-benar salah
pada diri Anda sendiri,
yang tidak sepenuhnya Anda sadari.

~anonymous 021206 -11.

Tidak ada komentar: