Rabu, 22 April 2009

Karet Gelang

Karet Gelang

Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, Satu saja. Shampoo yang akan saya
bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat
dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah
mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di
lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong
meja juga tidak ada.

Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di jalan.
Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet.
Sudah ditunggu yang jemput lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak
bisa. Dipuntal-puntal pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet
gelang yang biasanya saya buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung.
Benda kecil yang sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu
penting.

Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak
menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja. Dia hanya
bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai berdiskusi. Dia hanya bisa
melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun kadang-kadang salah,
Kemampuan dia memang sangat terbatas.

Tetapi dia sangat senang membantu orang lain; entah menemani pergi,
membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asal membantu
orang lain, ia akan kerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau dia
tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka kelabakan juga. Pernah suatu
kali acara yang sudah kami persiapkan gagal, karena dia tiba-tiba harus
pulang kampung untuk suatu urusan.

Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga sama
sekali tidak berarti. Benda yang sesehari dibuang-buang pun, seperti karet
gelang, pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan.

Mau bukti lain?
Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang paling merepotkan mereka
saat mendaki tebing curam ?
Bukan teriknya matahari. Bukan beratnya perbekalan. Tetapi kerikil-kerikil
kecil yang masuk ke sepatu.

Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun. Lebih-lebih meremehkan diri
sendiri. Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah. Yang salah kalau kita
menjadi sombong, lalu meremehkan orang lain


Sumber ; Unknown


__._,_.___


"Tindak kekerasan adalah bentuk lain dari kemalasan. Ia digunakan oleh
orang-orang yang tidak mau bergumul dengan karunia akalnya. Mereka enggan
menempa diri dengan belajar, menganalisis persoalan secara cermat,
berargumen, apalagi berdialog." (Prof. Dr. Khaled Abou El Fadl)


Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully
Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___


__________ NOD32 3990 (20090406) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com

Tidak ada komentar: