Selasa, 01 September 2009

PENGERTIAN SUBYEKTIF DIPERLUKAN SEKALI !

PENGERTIAN SUBYEKTIF DIPERLUKAN SEKALI !

Oleh: Lasmono Aldulrify Dyar, Dipl. Ing*

Kisah Anne....

Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for
Women"karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko buku
Gramedia, maupun toko buku lainnya.

Inti ceritanya kira-kira sbb :

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum
mempunyai keturunan.
Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk
menentang ABORSI,
karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri
hamil,Sehingga pasangan tersebut sangat bahagia.
Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2,
dan lingkungan sekitarnya.
Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.
Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan
perempuan.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.
Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan,dan ia mungkin tidak bisa hidup
sampai masa kelahiran tiba.

Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter
menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2
nya.Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik.
Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi.
Pasangan ini bersikeras untuk tidak Menggugurkan bayi perempuannya
(membunuh bayi tsb),
tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa
merasakan keberadaannya,
dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.
Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,
dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini.
Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk
menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke
perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih
banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah
bahwa mereka tidak sendirian.

Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana
bayi mereka tidak dapat hidup lama.
Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup,
bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah
peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke
orang lain ?
Jauh sebelum bayi mereka lahir,pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey
dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.

Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian
mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan
untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya
rencanaNyasendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang
istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk
terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang
sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ
bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis
dalam posisi sebagai orang tua, di mana mereka bahkan tidak mampu
menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi
kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan
selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami
menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan
tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah
terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu
menggambarkan perasaan pasangan tersebutpada saat itu. Mereka sangat
bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak
mengaborsi Anne),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil
tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan
berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.
Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang
berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk
melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah
lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga
tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu
bertahan setelah enam jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran
organ.Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa
donor Tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.
Pasangan Tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne
hanya hidup selama 6jam,tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa.
Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang
mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...

=============

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari
ataupun bahkan seratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama
hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun.
Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama
ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai
bagaimana karier anaknya di masa mendatang, di mana mereka tinggal,
maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal
terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa
anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika
kematian menjemput mereka,mereka akan menuju surga".

Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak
keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan,
bawahan, Sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, serta siapa saja
yang Anda temui.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.

PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.

KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.

KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara
pandang tentang hidupnya.

KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang
tentanghidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknaihidupnya sendiri
dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda,
ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah
berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar"Hidup" menjadi "Hidup
Yang Lebih Bermakna".
Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran Anda di dunia ini.

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah
Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai *BERKAT* Bagi Orang Banyak dan Bagi
Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/Istri, Anak2 Anda,
Teman & Orang2 di dekat anda)

Kisah ini memang ada didalam <Jiwa penemuan> DR.Jose Silva:
PSYCHORIENTOLOGY

*Lasmono Dyar [83] adalah Instruktur resmi bersertifikat dari Silva Mind
Control.

Minggu, 30 Agustus 2009

Batu bata jelek

BATU BATA JELEK

Setelah kami membeli tanah untuk Vihara kami pada tahun
1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang.
Tidak ada bangunan di atas tanah itu, pun tidak ada sebuah
gubuk.
Pada minggu-minggu pertama kami tidur di atas pintu-pintu
tua yang kami beli murah dari pasar loak.
Kami mengganjalnya dengan batu bata pada setiap sudutnya
untuk meninggikannya dari tanah.

Kami hanyalah Bhikkhu-Bhikkhu miskin yang memerlukan
sebuah bangunan. Kami tak mampu membayar
tukang. bahan-bahan bangunannya saja sudah cukup mahal.
Jadi saya harus belajar cara bertukang :
bagaimana mempersiapkan pondasi, menyemen dan
memasang batu bata, mendirikan atap,
memasang pipa-pipa. pokoknya semua.

Kelihatan gampang membuat tembok dengan batu bata :
tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana,
sedikit ketok sini. Ketika saya memulai memasang batu bata,
saya ketok 1 sisi untuk meratakannya, sisi lain nya jadi naik.
Lalu saya ratakan sisi itu, batu batanya jadi melenceng.
Setelah saya meratakan kembali, sisi yg pertama jadi
terangkat lagi. Coba saja sendiri.

Sebagai seorg Bhikkhu yg memiliki kesabaran dan waktu
yg banyak, saya pastikan setiap batu bata terpasang
dengan sempurna, tak peduli berapa lama jadi nya.
Akhirnya saya menyelesaikan tembok batu bata saya yang
pertama dan berdiri di baliknya untuk mengagumi hasil karya
saya.. saat itulah saya memperhatikannya. oh, tidak..!!
saya telah keliru meyusun dua batu bata. Semua batu bata
lain sudah lurus, tetap dua batu bata itu terlihat miring.
Mereka terlihat jelek sekali. Mereka merusak keseluruhan
tembok.

Saat itu semennya sudah terlanjur keras untuk mencabut dua
batu bata itu, jadi saya bertanya kepada kepala Vihara apakah
saya boleh membongkar tembok itu dan membangun
kembali tembok yang baru.. Kepala Vihara bilang tidak
perlu, biarkan saja temboknya seperti itu.

Ketika saya membawa para tamu pertama berkunjung
keliling Vihara setengah jadi kami, saya selalu
menghindari membawa mereka melewati tembok bata yang
saya buat. Saya tidak suka ketika ada org melihat dua
batu tersebut. Lalu kira-kira 3-4 bulan setelah saya
membangun tembok itu, saya berjalan dengan seorg
pengunjung dan dia melihatnya.

"Itu sebuah tembok yang indah," ia berkomentar
dengan santainya.
"Pak" saya menjawab dengan terkejut, "apakah kacamata
anda tertinggal di mobil? Apakah penglihatan anda
sedang terganggu? Tidakkah anda melihat dua batu bata jelek
itu merusak keseluruhan tembok itu?" Ucapan dia selanjutnya
telah mengubah keseluruhan pandangan saya terhadap
tembok itu, berkaitan dengan diri saya sendiri dan banyak
aspek lainnya dalam kehidupan. Dia berkata
"Ya, saya dapat melihat dua bata jelek itu, tetapi saya juga
dapat melihat 998 batu bata yang bagus"

Saya tertegun. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga
bulan, saya mampu melihat batu bata-batu bata lainnya selain
dua bata jelek itu. Di atas, di bawah, di sebelah kiri,
dan sebelah kanan dari dua batu bata jelek itu adalah
batu bata - batu bata yang bagus, batu bata yang sempurna,
jauh lebih banyak daripada dua bata bata jelek itu.

Sebelumnya mata saya hanya terpusat pada dua kesalahan
yang telah saya perbuat; saya terbutakan akan hal hal
lainnya. Itulah sebabnya saya tak tahan melihat tembok itu atau
tak rela membiarkan org lain melihatnya juga. Itulah sebabnya
saya ingin menghancurkannya. tapi sekarang saya dapat
melihat batu bata - batu bata yang bagus, tembok itu jadi
tampak tak terlalu buruk lagi. itu menjadi, seperti yang
dikatakan pengunjung itu, "Sebuah tembok yang indah" tembok
itu masih tetap berdiri sampai sekarang, setelah dua puluh
tahun, tetapi saya sudah lupa persisnya di mana dua bata jelek
itu berada. Saya benar-benar tak dapat melihat kesalahan itu
lagi.

Berapa banyak orang yang memutuskan hubungan atau
cerai karena semua yang mereka lihat dari diri
pasangannya adalah "dua bata jelek"? Berapa banyak
di antara kita yang depresi atau bahkan ingin bunuh diri,
karena semua yang kita lihat dalam diri kita hanyalah "dua
bata jelek"? Pada kenyataannya, ada banyak, jauh lebih
banyak batu bata yang bagus.. di atas, di bawah,
di sebelah kiri, sebelah kanan. dari yang jelek. tetapi pada
saat itu kita tak dapat melihatnya.

Malahan setiap kali kita melihat, mata kita hanya terfokus
pada kekeliruan yang kita perbuat. Semua yang kita lihat
adalah kesalahan, dan kita mengira hanya kekeliruan
semata, karenanya kita ingin menghancurkannya.
Dan terkadang, sayangnya, kita benar-benar
menghancurkan sebuah "tembok yang indah"

Kita semua memiliki "dua bata jelek" tetapi bata yang baik
di dalam diri kita masing-masing, jauh lebih banyak daripada
yang jelek. Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak
begitu buruk lagi. Bukan hanya kita dapat berdamai dengan
diri sendiri, termasuk dengan kesalahan-kesalahan kita.

Sumber :
Milis Tetangga

Rabu, 26 Agustus 2009

Tiga tahap kehidupan

Dalam hidup ini kita mengalami tiga tahap kehidupan......

Usia belasan tahun :
Punya waktu + tenaga ......tetapi tidak punya uang !!

Usia kerja :
Punya uang + tenaga ....... tetapi tidak punya waktu !!

Usia tua :
Punya waktu + uang ......tetapi tidak punya tenaga !!!

Senin, 03 Agustus 2009

Hidup yg berarti

Hidup yg berarti

Berapa umur anda saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk
menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang
tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah
tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas,
sebagai karyawan, sebagai pelajar,
sebagai seorang profesional, dll.

Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat
kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai
di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari
boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah
yang tidak memuaskan, dan banyak problematika
pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput...
"Waktunya istirahat..makan-makan.."
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat
untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat
di atas kepala. Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...
Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat
bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok
masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja,
kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat
di sebelah barat...

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan
selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali
hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai
di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya
lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar...

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya
sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian
mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu
kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita.
"Ohh.. ada sop ayam".
"Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali".
Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji
masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV.
Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita
tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi
kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan.. ya seperti itu lah kehidupan di mata
sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan,
dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas
itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan
yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum,
melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam
adalah sama. Hanya rutinitas... sampai akhirnya
maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi
bukan kehidupan dalam arti yang luas.

Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan
dalam menjalankan kehidupan. Kehidupan bukanlah
sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita
mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka
dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa
mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani
setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita
mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara,
serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan
terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu
mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah ... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.
Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda?
Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda?
Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput
hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput,
mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi,
mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin
1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu...

Pandanglah di sekeliling kita... ada segelintir orang
yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran
kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua,
saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita
masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.

Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Penunggang Kuda

Penunggang Kuda

Dulu, ada seorang Kaisar yg mengatakan pada
seorang penunggang kuda, bahwa jika dia bisa
menjelajahi daerah seluas apapun, maka Kaisar
akan memberikan kepadanya daerah seluas yg
sanggup dijelajahinya itu. Kontan si penunggang kuda
itu melompat ke punggung kudanya & melesat
secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju & terus melaju, melecuti kudanya untuk
lari secepat mungkin untuk menjelajahi dataran
seluas mungkin. Ketika lapar & letih, dia tidak berhenti
untuk makan dan minum karena dia mau memiliki tanah
yg maha seluas.

Akhirnya tiba ia pada suatu tempat setelah
berhasil menjelajahi daerah cukup luas, tetapi ia
sudah sangat lelah & hampir mati. Lalu dia berkata
terhadap dirinya sendiri,
"Mengapa aku paksa diri begitu keras untuk
menguasai tanah yg seluas ini? Kini aku sudah sekarat,
& hampir mati & aku hanya butuh tanah seluas 2 meter
untuk menguburkan diriku sendiri.

Cerita ini mirip dgn perjalanan hidup kita.
Kita cenderung memaksa diri sangat keras tiap hari
untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri.
Kita cenderung mengabaikan kesehatan kita,
waktu bersama keluarga, dan kesempatan
mengagumi keindahan di sekeliling kita, hal-hal yg ingin
kita lakukan. Kita cenderung mengabaikan kehidupan
rohani kita. Kita cenderung tidak memikirkan dengan
serius hidup kita sesudah mati.

Anda percaya ada kehidupan sesudah mati?
Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan
melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu,
tapi kita tidak mampu memutar mundur waktu atas semua
hal yg tidak sempat lakukan. Maka mulai sat ini
luangkanlah waktu memikirkan sejenak hal yg akan
terjadi jika kita mati kelak. Atau apa yg akan kita lakukan
saat ini seandainya kita tahu bahwa kita akan
meninggal dalam waktu seminggu lagi? Sebulan lagi?
Setahun lagi? 10tahun lagi? Atau 40tahun lagi?
Bukankah suatu hal yg menyenangkan
sekaligus menyeramkan seandainya kita bisa
mengetahui kapan kita akan mati? Cuma kita tidak tahu,
kita semua tidak ada yg tahu.

Kita hanya bisa bersiap meninggalkan semuanya.
Jalanilah hidup yg seimbang, belajarlah menghargai
dan menikmati hidup ini apa adanya, dan terutama:
TAHU APA YG TERPENTING DALAM HIDUPMU

Kamis, 30 Juli 2009

Tamu Istimewa

Tamu Istimewa

Pada minggu ini Conrad, pembuat sepatu, bangun sangat awal, membersihkan
tokonya, kemudian kembali ke dalam rumahnya, menyalakan api di tungku dan
menyiapkan meja. Dia tidak akan bekerja. Dia sedang menanti teman, seorang
tamu khusus : Tuhan sendiri. Kemarin malam Tuhan datang padanya dalam suatu
mimpi dan memberitahukan bahwa Dia akan datang bertamu besok.

Jadi Conrad duduk di ruangan yang nyaman dan menunggu, hatinya penuh dengan
kegembiraan. Kemudian dia mendengar langkah kaki di luar dan ketukan pada
pintu "Itu dia," pikir Conrad, sambil lari ke arah pintu dan membukanya.

Ternyata itu hanyalah tukang pengantar surat. Wajahnya merah dan
jari-jarinya biru kedinginan. Dia menatap sambil menelan ludah ke arah cerek
teh di tungku. Conrad mempersilahkan dia duduk menghangatkan diri di dekat
tungku. Kata pengantar surat itu, "Terima kasih, teh ini enak sekali."
Kemudian dia menghilang di tengah hawa dingin di luar.

Ketika pengantar surat itu pergi, Conrad membersihkan meja lagi. Lalu dia
duduk di dekat jendela untuk menanti kedatangan tamunya. Dia merasa yakin
bahwa tamu itu akan datang.

Tiba-tiba dia melihat seorang anak laki-laki kecil yang sedang menangis.
Conrad memanggilnya dan mengetahui bahwa anak itu kehilangan jejak ibunya di
kota dan tidak tahu jalan untuk pulang. Kemudian, Conrad menulis pada
secarik kertas dan meletakkannya di atas meja. Tulisan itu berbunyi,
"Tunggulah saya. Saya akan kembali segera." Kemudian dia membiarkan pintu
terbuka sedikit dan menggandeng anak kecil itu serta membawanya pulang.

Ternyata perjalanan itu lebih lama dari perkiraannya, bahkan hari sudah
mulai agak gelap ketika dia kembali ke rumah. Dia terkejut mendapati
seseorang ada di dalam rumahnya sambil memandang ke luar jendela. tapi lalu
hatinya berdebar. Orang itu pastilah Tuhan, yang sudah berjanji untuk
datang.

Namun Conrad mengenali bahwa orang itu adalah perempuan yang tinggal di
tingkat atas dari flatnya. Perempuan itu tampak sedih dan lelah. Dia memberi
tahu bahwa dia tak bisa tidur sama sekali sebab anak laki-lakinya Peter
sedang sakit parah. Dia tidak tahu mau berbuat apa. Anak itu diam terbaring
di sana, demamnya tinggi, dan dia tidak bisa lagi mengenali ibunya.

Conrad merasa ikut sedih. Perempuan itu hidup sendiri dengan anaknya di sana
sejak suaminya meninggal dalam kecelakaan.

Jadi dia ikut wanita itu. Mereka bersama-sama menyelimuti Peter dengan kain
basah. Conrad duduk di tepi tempat tidur anak laki-laki itu, sementara
ibunya beristirahat sejenak.

Ketika dia kembali ke ruangannya, hari sudah larut malam. Conrad sangat
lelah dan sungguh kecewa ketika membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Hari
sudah larut. Tuhan belum juga datang.

Tiba-tiba dia mendengar suara. Ternyata suara Tuhan yang berkata, "Terima
kasih, karena menghangatkan tubuh saya di rumahmu hari ini. Terima kasih
karena menunjukkan jalan ke rumah. Dan terima kasih atas dukungan dan
bantuanmu. Conrad, saya berterima kasih karena hari ini saya bisa menjadi
tamumu."

(Willi Hoffsuemmer)

Senin, 27 Juli 2009

GAYA HIDUP ORANG-ORANG KAYA

GAYA HIDUP ORANG-ORANG KAYA

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang
bahagia. Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah
banyaknya uang, maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner)
dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.

Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter
termasuk keluarga tersebut. Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang
yang dianggap sangat bahagia, karena selain kaya, bisnisnya luar biasa,
menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey tersebut ditulis dalam
buku karangan Thomas Stanley berjudul "The Millionaire Mind."

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya
dalam 1 generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero,
alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu
secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut, berikut
10 gaya hidup :

1. Orang-orang tersebut frugal = hemat, artinya: mereka penuh pertimbangan
dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu
sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang segala sesuatu
pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode, meskipun tidak kuno, tapi modis.
Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup
gali lobang tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering
resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya,
jawabannya: "overcoming worry and fear with The Bible and pray, with faith
to God. We have God and His word."

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang
kebanyakan, contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah
survey mencari bisnis apa yang paling laku di mall. They think differently
from the crowd. Mereka "man of production" bukan "man of consumption."

6. Ketika ditanya kunci suksesnya :
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin
dalam hal makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan.
Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along
with people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang
meng-upgrade dirinya, tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak / tidak.
Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak
bisa dipercaya di rumah, pasti tidak bisa dipercaya di luar.

7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut :
a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa
meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk
menang sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan,
tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).
b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi
lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses
mereka.

9. Religious millionaire. Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset
sama Tuhan, tapi mereka belajar mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah
aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta guidance untuk bisnis. Mereka
bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi
tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.

By SARI - Editor Komik 5483008/ 5480888 Ext. 3280