Kamis, 19 Juni 2008

Ubah dulu yang di dalam

UBAH DULU YANG DI DALAM
Action & Wisdom Motivation Training

Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah
lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah.
Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang
terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di
rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan
meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan.

Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu
yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah
melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu
sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang,
uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah
itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!

Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini
termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang
tamu-setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah-tiba-tiba mereka
bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah
buru-buru menyela, "Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu,
lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi
beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?"

"Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh
aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang
dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di
latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?"
tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.

"Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya
yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya," si istri
menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi
tentang lukisan itu.
Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan
potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan
sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.
Pembaca yang budiman,

Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita
yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita,
maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu
lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang
berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus
berusaha menerima perbedaan yang ada.

Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga
ikut berubah.
Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan, Selamat hari Natal 2007 dan
Tahun Baru 2008! Mari kita pelihara semangat dan kebahagiaan kita, bukan
dengan mengubah dunia sesuai dengan keinginan kita, tetapi menerima
perubahan dengan cara mengubah yang ada di dalam diri kita terlebih dulu.

Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training

Tidak ada komentar: